Translate

Tuesday, March 12, 2013

Kamasan-Lukisan Klasik Khas Bali

Seni Lukis Wayang Kamasan merupakan salah satu contoh karya seni rupa murni dua dimensi yang berkembang di daerah Bali, khususnya di desa Kamasan, kabupaten Klungkung. . Kamasan sebenarnya adalah nama sebuah desa yang berada di Kabupaten Klungkung, Bali. Karena sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pelukis tradisional Bali, maka lukisan itu dikenal dengan nama lukisan kamasan. Lukisan Wayang Kamasan ini mengambil tema-tema cerita pewayangan seperti Ramayana, Mahabharata, Sutasoma, Panji, Lelintangan dan lain-lain. Pada umumnya, cerita-cerita yang digambarkan mengandung nilai filosofis agama Hindhu dan budaya Bali.
         Gaya karya seni rupa ini tergolong corak figuratif karena menggunakan figur pewayangan seperti Bima, Garuda, dll. Sedangkan teknik pembuatan karya seni ini sendiri tergolong unik terutama pada tahap pelukisannya yaitu dimana tahap penting dilakukan oleh pelukis utamanya, pewarnaan dilakukan oleh seniman pemula atau anggota keluarganya dan sentuhan akhir diberikan oleh sang empunya.
Bukti nyata seni lukis Wayang Kamasan ini dapat kita lihat pada lukisan di gedung Kertha Gosa yang dibangun sejak zaman kerajaan Klungkung. Lukisan-lukisan tersebut bercerita tentang perjalanan Bhima ke Swarga Loka, Diah Tantri, Sang Garuda mencari Amerta dan Palelindon. Lukisan-lukisan dibawah ini juga merupakan salah satu contoh lukisan “Wayang Kamasan”. Masih menurut catatan sejarah, seni lukis wayang ini berkembang di Kamasan dan daerah lain di Bali sejak zaman kerajaan Majapahit. Antara abad ke-14 hingga ke-18, Pulau Bali dikuasai para Dalem, raja-raja keturunan Sri Kresna Kepakisan dari Kerajaan Majapahit.        Selama Dinasti Kepakisan memerintah, Bali mengalami masa kejayaan. Sejarah mencatat, kekuasaan raja Bali zaman itu pernah meliputi pesisir Jawa Timur, Lombok, bahkan sampai Sumbawa. Salah satu Dalem yang paling dikenal adalah Sri Waturenggong, cucu Sri Kresna Kepakisan. Pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong ini, seni budaya di Bali mengalami masa pencerahan karena sang raja juga penggemar seni budaya. Kamasan dijadikan sebagai salah satu pusat kerajaan yang khusus mengurus seni budaya, pendidik, dan keagamaan. Kisah Arjuna yang tengah digoda bidadari ini, kerap diabadikan dalam lukisan kamasan. Desa ini dikenal sebagai gudangnya seni lukis wayang klasik.
         Corak lukisan Bali klasik dalam lukisan kamasan sangat mudah dikenali. Warna dasarnya cokelat muda. Cokelat muda ini diambil dari batu gamping yang dicelup dalam air. Untuk warna hitam pada setiap garis yang ditorehkan, pada zaman dulu digunakan jelaga. Namun saat ini, pelukis sudah menggunakan tinta lukis modern untuk mendapatkan torehan hitam. Sedangkan warna-warna lain, pelukis menggunakan cat air agar lukisan lebih semarak.
        Lukisan Wayang Kamasan bukanlah sekadar karya untuk penggalian keindahan saja, yang utama adalah sebuah karya berfungsi sebagai benda ritual sebagai media untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menunjukkan kehidupan yang baik dan buruk. Melalui pengabdian tersebut maka diwujudkan lukisan kisah-kisah wayang sebagai bentuk keterkaitan dengan ajaran-ajaran agama Hindu Bali. Pembagian bidang dalam seni lukis wayang Kamasan juga mengacu pada ajaran Hindu tentang Tri Loka, yaitu bawah, tengah, dan atas. Semakin tinggi dunia atau ruangnya maka dianggap semakin suci
Artikel ini diambil dari beberapa blog berikut dan melalui perubahan:
iendro.blogspot.com 
http://winteronyou.blogspot.com/2012/12/kamasan-lukisan-klasik-khas-bali.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment